Millennium Development Goals (MDGs)
(Tujuan Pembangunan Milenium)
A.
Sejarah singkat Millennium Development Goals (MDG)
KTT
Milenium.
MDGs adalah kependekan dari Millennium Development Goals atau
bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti Sasaran Pembangunan
Millennium.
MDG’s pertama kali dicetuskan
pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York tahun 2000.
Saat itu Pemerintah Indonesia bersama-sama dengan 189 negara lain,
berkumpul untuk menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York dan
menandatangani Deklarasi Milenium. Deklarasi berisi sebagai komitmen negara
masing-masing dan komunitas internasional untuk mencapai 8 buah sasaran
pembangunan dalam Milenium ini (MDGs), sebagai satu paket tujuan
terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
Penandatanganan deklarasi ini
merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi lebih dari
separuh orang-orang yang menderita akibat kelaparan, menjamin semua anak untuk
menyelesaikan pendidikan dasarnya, mengentaskan kesenjangan gender pada semua
tingkat pendidikan, mengurangi kematian anak balita hingga 2/3 , dan mengurangi
hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun
2015.
Ada
pun 8 poin MDGs antara lain :
MDGs Target
1.
Pengentasan Kemiskinan Dan Kelaparan Yang Ekstrim
a. Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.
a. Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.
2. Pemerataan
pendidikan dasar
a.
Target untuk 2015: Memastikan bahwa
setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan
tahap pendidikan dasar.
3. Mendukung
adanya persaman gender dan pemberdayaan perempuan
a.
Target 2005 dan 2015: Mengurangi
perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah
terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
4. Mengurangi
tingkat kematian anak
a.
Target untuk 2015: Mengurangi dua
per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun.
5. Meningkatkan
kesehatan ibu
a.
Target untuk 2015: Mengurangi dua
per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan.
6. Perlawanan
terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
a.
Target untuk 2015: Menghentikan dan
memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat lainnya.
7. Menjamin daya
dukung lingkungan hidup
Target :
a.
Mengintegrasikan prinsip-prinsip
pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta
mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan.
b.
Pada tahun 2015 mendatang diharapkan
mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang
sehat.
c.
Pada tahun 2020 mendatang diharapkan
dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya
100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh.
8. Mengembangkan
kemitraan global untuk pembangunan
Target:
a.
Mengembangkan lebih jauh lagi
perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka
dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik,
pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan
internasional.
b.
Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus
negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara
terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan
-kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin
yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan
pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.
c.
Secara komprehensif mengusahakan
persetujuan mengenai masalah utang negara-negara berkembang.
d.
Menghadapi secara komprehensif
dengan negara berkembang dengan masalah hutang melalui pertimbangan nasional
dan internasional untuk membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka
panjang.
e.
Mengembangkan usaha produktif yang
layak dijalankan untuk kaum muda.
f.
Dalam kerja sama dengan pihak pharmaceutical,
menyediakan akses obat penting yang terjangkau dalam negara berkembang.
g.
Dalam kerjasama dengan pihak swasta,
membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru, terutama
teknologi informasi dan komunikasi.
Dan
untuk menunjang sekaligus meninjau keberjalanan MDGs yang deadline-nya tinggal
5 tahun lagi, maka PBB di akhir September 2010 nanti akan mengadakan pertemuan
yang khusus membahas hal tersebut. Berikut adalah penjelasan tentang pertemuan
tersebut.
With
only five years left until the 2015 deadline to achieve the Millennium
Development Goals, UN Secretary-General Ban Ki-moon has called on world
leaders to attend a summit in New York on 20-22 September to accelerate
progress towards the MDGs.Coming amid mixed progress and new crises that
threaten the global effort to halve extreme poverty, “the summit will be a
crucially important opportunity to redouble our efforts to meet the Goals,” he
said, referring to the targets adopted at the UN Millennium Summit of 2000,
aimed at slashing poverty, hunger, disease, maternal and child deaths and other
ills by a 2015 deadline.“Our world possesses the knowledge and the resources to
achieve the MDGs” the Secretary-General stated in his report in
preparation for the September summit. “Our challenge today is to agree on an
action agenda to achieve the MDGs.”
(Dengan hanya lima tahun lagi sampai batas waktu 2015 untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon meminta para pemimpin dunia untuk menghadiri
pertemuan puncak di New York pada
20-22 September untuk mempercepat
kemajuan menuju MDGs. Datang di
tengah kemajuan campuran dan krisis baru yang
mengancam upaya global untuk
mengurangi separuh kemiskinan ekstrim,
"puncak akan menjadi kesempatan yang sangat penting untuk melipatgandakan
usaha kita untuk mencapai Tujuan," katanya,
mengacu pada target yang diadopsi
pada KTT Milenium PBB 2000, yang
bertujuan memangkas kematian
kemiskinan, kelaparan, penyakit, ibu dan
anak dan penyakit lain dengan
batas waktu 2015. "Dunia kita memiliki pengetahuan dan sumber daya untuk mencapai MDGs" Sekretaris Jenderal dinyatakan dalam laporannya dalam persiapan untuk pertemuan September. "Hari ini Tantangan kita adalah untuk menyepakati agenda aksi untuk mencapai MDGs).
Sasaran Pembangunan Milenium
Indonesia
Setiap negara yang berkomitmen dan menandatangani perjanjian
diharapkan membuat laporan MDGs. Pemerintah Indonesia melaksanakannya
dibawah koordinasi Bappenas dibantu dengan Kelompok Kerja PBB
dan telah menyelesaikan laporan MDG pertamanya yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk
menunjukkan rasa kepemilikan pemerintah Indonesia atas laporan tersebut.
Laporan Sasaran Pembangunan Milenium ini menjabarkan upaya awal pemerintah
untuk menginventarisasi situasi pembangunan manusia yang terkait dengan
pencapaian sasaran MDGs, mengukur, dan menganalisa kemajuan seiring dengan
upaya menjadikan pencapaian-pencapaian ini menjadi kenyataan, sekaligus
mengidenifikasi dan meninjau kembali kebijakan-kebijakan dan program-program
pemerintah yang dibutuhkan untuk memenuhi sasaran-sasaran ini. Dengan tujuan
utama mengurangi jumlah orang dengan pendapatan dibawah upah minimum regional
antara tahun 1990 dan 2015, Laporan ini menunjukkan bahwa Indonesia berada
dalam jalur untuk mencapai tujuan tersebut. Namun, pencapaiannya lintas
provinsi tidak seimbang.
Kini MDGs telah menjadi referensi penting pembangunan
di Indonesia, mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya. Walaupun mengalamai
kendala, namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini
dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk
masyarakat madani, pihak swasta, dan lembaga donor. Pencapaian MDGs di
Indonesia akan dijadikan dasar untuk perjanjian kerjasama dan implementasinya
di masa depan. Hal ini termasuk kampanye untuk perjanjian tukar guling hutang
untuk negara berkembang sejalan dengan Deklarasi Jakarta mengenai MDGs
di daerah Asia dan Pasifik.
B.
Definisi MDG
MDGs (Milenium Development
Goal) adalah agenda ambisius untuk mengurangi kemiskinan dan memperbaiki
kehidupan yang disepakati para pemimpin dunia pada Millennium Summit pada
bulan September 2000. Untuk setiap tujuan satu atau lebih target yang telah
ditetapkan, sebagian besar untuk tahun 2015, menggunakan tahun 1990 sebagai
patokan. Millenium Development Goals (MDGs) pada dasarnya mewujudkan komitmen
internasional yang dibuat di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
C.
Tujuan Pembangunan Milenium
Tujuan Pembangunan Milenium (“Millennium Development Goals”,
atau MDGs) mengandung delapan tujuan sebagai respon atas permasalahan
perkembangan global, yang kesemuanya harus tercapai pada tahun 2015.
Tujuan Pembangunan Milenium adalah hasil dari aksi yang terkandung dalam
Deklarasi Milenium yang diadopsi oleh 189 negara dan ditandatangi oleh 147
kepala Negara dan pemerintahan pada UN
Millennium Summit yang diadakan di bulan September tahun 2000.
Delapan butir MGDs terdiri dari 21 target kuantitatif dan dapat diukur oleh 60 indikator.
- Tujuan 1: Memberantas kemiskinan dan kelaparan
- Tujuan 2: Dicapainya pendidikan tingkat dasar yang merata dan universal
- Tujuan 3: Memajukan kesetaraan gender
- Tujuan 4: Mengurangi tingkat mortalitas anak
- Tujuan 5: Memperbaiki kualitas kesehatan ibu hamil
- Tujuan 6: Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lain
- Tujuan 7: Menjamin kelestarian lingkungan
- Tujuan 8: Menjalin kerjasama global bagi perkembangan kesejahteraan
Tujuan Pembangunan Millennium:
a. Menyintesis dalam satu paket komitmen-komitmen terpenting
yang dibuat secara terpisah-pisah dalam berbagai konferensi dan pertemuan
tingkat tinggi internasional yang diadakan pada tahun 1990-an.
b. Merespon secara eksplisit tentang interdependensi antara
pertumbuhan, upaya pembasmian kemiskinana dan perkembangan yang
berkesinambungan.
c.
Mengenali bahwa upaya perkembangan
bergantung kepada pemerintahan yang demokratis, pengaturan oleh hukum,
kehormatan pada hak azasi manusia, perdamaian dan keamanan hidup.
d. Mempunyai tenggat waktu dan target yang dapat diukur beserta
dengan indikator dalam memantau kemajuan, dan
e.
Membawa dalam kebersamaan,
sebagaimana terkandung pada Tujuan 8, tanggung jawab dalam memajukan Negara
berkembang dengan Negara maju, dalam kerjasama global yang dituangkan dalam
International Conference on Financing for Development di Monterrey, Mexico pada
bulan Maret tahun 2002, and juga pada Johannesburg World Summit on Sustainable
Development pada bulan Agustus tahun 2002.
Implementasi
Tujuan Pembangunan Milenium
Pada tahun 2001, menanggapi permintaan dari para pemimpin
dunia, Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa menghadirkan Perencanaan Menuju Pengimplementasian
Deklarasi Milenium (“Road Map towards the Implementation of the United
Nations Millenium Declaration”). Perencanaan tersebut merupakan ikhtisar yang
terpadu dan komprehensif menguraikan berbagai strategi potensial dalam memenuhi
tujuan dan komitmen dari Deklarasi Milenium.
Sejak itu, peta strategis tersebut telat menelurkan laporan
tahunan. Isi laporan tahunan 2002 memfokuskan pada kemajuan dibuat dalam
pencegahan konflik bersenjata dan pencegahan penyakit menular, termasuk
HIV/AIDS dan Malaria. Laporan tahunan 2003 menekankan pada strategi
perkembangan dan strategi perkembangan berkelanjutan. Tahun 2004 berfokus
pada keterpisahan digital dan pengekangan kriminal antar Negara.
Pada tahun 2005, Sekretaris Jendral menyiapkan laporan
terpadi berjangka lima tahun berisi kemajuan dalam pencapaian Tujuan
Pembangunan Milenium. Laporan ini meninjau ulang implementasi dari keputusan
yang diambil dari hasil berbagai konferensi dan sesi khusus yang membahas
negara-negara yang paling tidak berkembang, kemajuan dalam memerangi HIV/AIDS
dan pendanaan untuk perkembang dan perkembangan yang berkelanjutan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar